dirimu, jauh di sana
terhalang kabut kelam tak tertembus
ku di sini, hanya terdiam menanti
tidak, ku tidak diam saja
aku sudah berusaha
berulang kali hanya untukmu
menembus kabut dingin kelam yang menyakitkan
tiap waktu, kufikirkanmu
tiap waktu, kumembisu hanya karnamu
tapi,
apakah kau di sana, sempat luangkan waktu untukku?
sedetik hanyatuk mengingatku
apakah kau di sana, masih mengingatku?
mengingat semua masa lalu yang kau pahat dalam benakku
semua masa lalu begitu manis terasa
itu, masa lalu buatmu
masa lalu tak berguna yang usang terkikis waktu
masa lalu yang tak untuk di kenang lagi
untukku, itu adalah buku kenangan menyakitkan
yang selalu iris hati jika di buka
mengiris luka yang belum usai tertutup
hatiku begitu sakit
rintihanpun tak ada guna
tak bisakah kau rasakan itu?
jangankan merasakan, mengerti aku menyayangimupun kau tak tahu
andai kau tahu,
ku di sini setia menunggumu
masih menyayangimu
andai kau dapat mendengar
hatiku serukan namamu
terus berkata aku menyayangimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar